Minggu, 18 Maret 2012

Sejarah perkembangan perpustakaan

A.    Pengertian perpustakaan
Perpustakaan merupakan tempat terkumpulnya bahan pustaka baik tercetak maupun terekam yang dikelola secara teratur dan sistematis, disamping itu perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil bidaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan bangsa dan menunjang pelaksanan pembangunan nasional. Hal ini tertuangkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 45 (ayat 1) yang menyebutkan bahwa Setiap satuan pendidikan formal dan non formal menyediakan saraana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi pisik, kecerdasan intelektual, soosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik. Sarana yang dimaksud meliputi perpustakaan, laboratorium,dan sarana lain untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar,berdasarkan hal tersebut, guna memberikan layanan secara merata kepada masyarakat untuk memanfaatkan perpustakan sebagai sumber informasi dan pengetahuan yang berhasil guna dan berdaya guna.
Perpustakan harus mempunyai daya tarik baik lokasinya, koleksi dan tega yang profesional. Perpustakaan secara umum adalah institusi mengumpulkan bahan pustaka dan pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan/atau karya rekam secara professional dengan system yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian , informasi dan rekreasi para pemustaka atau tempat mengumpulkan bahan pustaka baik tercetak maupun terekam yang dikelola secara teratur dan sistematis untuk didayagunakan oleh Pemustaka.sedangkan yang dimaksud Perpustakaan Sekolah adalah suatu unit kerja yang berada pada lembaga pendidikan sekolah, yang merupakan bagian integral dari sekolah dan merupakan sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah.
Perpustakaan menyediakan tempat atau ruang serta sarana untuk kegiatan belajar masyarakat dan pengguna perpustakaan yang tenang, nyaman, sehingga pengguna betah belajar di perpustakaan. Dengan demikian dapat mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasaan membaca pada masyarakat pengguna perpustakaan maupun masyarakat luas pada umumnya.
Perpustakaan membantu masyarakat pengguna untuk mengembangkan bakat, ketrampilan, minat dan kegemaran serta membiasakan masyarakat untuk mencari informasi yang diperlukan. Di perpustakaan Penyediaan koleksi hendaknya merupakan dimana masyarakat memperoleh rekreasi yang sehat dan menyenangkan serta mendidik . Disamping itu perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, membantu dalam penelitian dan memberikan informasi yang dibutuhkan serta tempat rekreasi yang sehat bagi pemustaka. Perpustakaan juga berfungsi melestarikan hasil karya bangsa. Perpustakaan juga bertugas untuk membantu pemustaka dalam mengembangkan minat, bakat,kegemaran, kemampuan, serta kebiasaan membaca menuju kebiasaan mandiri.
Pengertian perpustakaan menurut M. Sabirin Nasutionadalah sebagai berikut:
“Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang bertugas mengumpulkan, menyimpan, memelihara dan mengelola  pememfaatan bahan pustaka, dengan mempergunakaan sistem tertentu untuk tujuan bacaan ataupun penelitian”.

B.     Sejarah buku dan perpustakaan

1.  Sejarah Perkembangan Buku
Sebelum ditemukannya tulisan dan bentuk buku seperti yang kita kenal saat ini, pada  masa-masa yang lalu telah dikenal bentuk tulisan dan jenis-jenis  buku kuno.
Adapun jenis-jenis buku kuno yang kita kenal antara lain sebagai berikut :
a.       Clay tablet, yang ditemuka oleh bangsa Sumeria. Clay tablet terbuat dari tanah liat yang berbentuk segi empat dan kemudian ditulis dengan Stylus (sejenis rumput ). Setelah Clay tablet  ditulis, kemudian  dikeringkan dengan panas matahari atau dibakar. Tulisan yang dibuat  disebut Cunieform Characters (Cunieform writing system). Tulisan ini memakai  lambanglambang untuk menggambarkan sesuatu banda.
b.       Buku yang tebuat dari papirus yaitu yang termasuk golongan tumbuhan rawa, yang tumbuh subur  di Seedge  family. Cara membuat buku dari pohon, membelah tipis-tipis  pohon papirus kemudian direndam dan diawetkan. Bentuk buku ini dijumpai di Mesir dan tulisan yang dipakai dikenal dengan nama tulisan paku. Dengan ditemukannya tulisan oleh bangsa Mesir Kuno itu telah memungkinkan  mereka untuk mengabadikan hasil budayanya di atas buku tersebut. Pada  zaman dulu  orang –orang Mesir meninggal, membawa buku-buku papirus ini yang disebut Book of The Dead.
c.       Buku di negeri China, yang terbuat dari kulit pohon/kayu yang diikat dengan benang. Tetapi karena iklimnya yang lembab menyebabkan buku ini tidak sekuat buku-buku yang terbuat dari bahan yang lain.
d.      Codez, yang terdapat di Asia  Tenggara  dan terbuat dari pohon. Cara membuat buku ini adalah dengan mengupas pohon tersebut kemudian dipakai engsel-engsel dan  kemudian diberikan lilin sehingga bentuknya seperti accordion.
e.       Vellum dan Parchmen, yaitu buku yang terbuat dari kulit binatang. Cara   membuat buku ini adalah dengan mempergunakan kulit domba/lembu yang telah dibuang bulunya, kemudian dikeringakan.

Perkembangan tulisan terus mengalami penyempurnaan. Bangsa Funisia yang
pertama kali dapat mengembangkan bentuk tulisan sehingga mitip dengan abjad yang dipergunakan sekarang ini, yang mereka kembangkan dari bentuk tulisan Mesri Kuno dan tulisan bangsa Sumeria. Bentuk tulisan yang pada mulanya merupakan gambar dari objek yang dinamakan  Piktogram disempurnakan sehingga menjadi abjad yang jumlahnya 22 huruf.
Abjad Funisia terus berkembang terutama dikembangkan oleh bangsa Yunani, sehingga terciptalah  huruf seperti yang  kita pergunakan sekarang yang disebut dengan Huruf Latin.
Bersamaan dengan perkembangan tulisan bahan yang dipergunakan untuk menulis juga berkembang. Yang pada mulanya mempergunakan tanah liat, papirus, kulit, berkembang menjadi mempergunakan kertas. Kertas pertama kali ditemukan oleh Bangsa China. Sekitar abad  ke 14 telah ditemukannya mesin cetak,  sehingga pembuatan buku-buku bertambah baik. Mesin cetak ini terus berkembang hingga saat ini, sehingga dapat menghasilkan buku-buku yang baik mutunya.
Di Indonesia kita mengenal beberapa bentuk tulisan yang terdapat pada prasasti-prasasti peninggalan zaman dahulu  kala. Prasasti-prasasti tersebut ditulis dalam bentuk tulisan yang dipakai di daerah tersebut pada masa dahulu, misalnya tulisan Jawa Kuno, tulisan Batak dan lain-lain. Bersamaan dengan masuknya agama Islam ke Indonesia, kita juga mengenal tulisan Arab.

2.  Sejarah Perkembangan Perpustakaan
Dengan ditemukannya bentuk-bentuk tulisan pada zaman dahulu, maka telah
mulai dikenal juga perpustakaan. Perpustakaan pada mulanya didirikan di biara-biara
dan candi-candi karena sebagian besar tulisan-tulisan itu berisi informasi tentang agama dan persembahyangan. Di Eropa, ide untuk mendirikan perpustakaan telah dirintis oleh bangsa Sumeria. Karya orang Sumeria tidak hanya terdiri hal-hal keagamaan saja, tetapi juga menghasilkan karya  sosial, politik, filsafat dan kesusastraan. Bahan yang mereka gunakan untuk menulis adalah lempengan tanah liat (clay tablet). Hasil karya bangsa Sumeria ini dikumpulkan dan dilestarikan pada satu tempat yang  kemudian disebut perpustakaan. Pada tahun 668 S.M. Perpustakaan Borsippa yang didirikan oleh Raja Ashur Banipal dari Asseria mempunyai koleksi 10.000 tablet yang terbuat dari tanah liat (clay tablet). Pada zaman Yunani orang sudah mulai mengenal alphabet.
Demikianlah perkembangan perpustakaan sejalan dengan perkembangan tulisan, dan kebutuhan akan informasi. Dari masa ke masa semakin dirasakan manfaat  kehadiran perpustakaan di tengah-tengah masyarakat. Dalam penyelenggaraan perpustakaanpun mengalami kemajuan sesuai dengan kemajuan teknologi masa ini.
Pada kesempatan ini kita akan membicarakan tentang perpustakaan di tanah air. 
Perkembangan perpustakaan di  Indonesia dapat dikelompokkan  menjadi tiga
masa, yaitu :
a. masa sebelum penjajahan Belanda
b. masa penjajahan Belanda
c. masa kemerdekaan

C.    Jenis-jenis perpustakaan
Adapun jenis-jenis perpustakaan yang ada di Indonesia Yaitu :                                         
  1. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang berada di ibukota Indonesia, memiliki koleksi nasional dan internasional serta melayani masyarakat Indonesia maupun masyarakat Dunia. Adapun pengolahan bahan pustaka secara baku dan sistematis sehingga memudahkan pemustaka menemukan informasi yang diperlukan.
  2. Perpustakaan Daerah yang berada di Propinsi, menyediakan koleksi terutama untuk keperluan masyarakat tingkat propinsi dan masyarakat sekitar dimana perpustakaan berada. Jenis koleksinya yaitu semua jenis ilmu pengetahuan, fiksi dan koleksi tentang Proinsi dan diterbitkan di Propinsi. Adapun pemustakanya semua lapisan masyarakat seperti Mahasiswa, Pelajar, Pegawai dan masyarakat Umum. Disamping itu Perpustakaan melayani masyarakat yang sulit atau tidak bisa datang keperpustakaan, seperti dilembaga pemasyarakatan baik wanita maupun pria, Panti jumpo, panti asuhan, pondok pesantren dll. Dengan demikian dapat dilayani menggunakan mobil perpustakaan keliling.
  3. Perpustakaan Khusus yang berada di Instansi dan melayani masyarakat intansi tersebut, koleksi yang disediakan untuk membantu kelancaran melaksanakan tugas-tugas intansi, dan menambah pengetahuan dan ketrampilan pegawai atau karyawan –karyawannya, diharapkan dalam melaksanakan tugas selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
  4. Perpustakaan Perguruan Tinggi yang berada di Universitas, dalam menyediakan koleksi hendaknya sesuai dengan dimana Perguruan Tinggi mempunyai jenis Fakultas maupun jurusannya, sehingga dapat melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi dengan baik.
  5. Perpustakaan sekolah yang berada di sekolah Negeri maupun swasta. Ruang atau gedung perpustakaan berada di tempat yang setrategis mudah diketahui dan didatangi masyarakat sekolah. Penyediaan koleksinya yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar siswa dan guru, menambah wawasan, meningkatkan pengetahuan, ketrampilan serta tempat rekreasi yang sehat. Masyarakat sekolah atara lain, Siswa, Guru, Karyawan dan Orang tua murid.
  6. Perpustakaan Umum Kab/Kota yang berada di Kabupaten/ Kota, Perpustakaan yang sifatnya umum diharapkan dapat melayani masyarakat umum disekitar dimana perpustakaan berada dan Perpustakaan Keliling untuk melayani dimana masyarakat sulit atau tidak bisa datang ke perpustakaan. Dalam pengadaan koleksi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pengguna atau pemustaka. Dimungkinkan Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota satu dengan yang lain koleksinya berbeda.
  7. Perpustakaan Desa yang berada di Desa yang sifatnya umum dan menyediakan bahan pustaka sesuai dengan masyarakat desa tersebut guna meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, keahlian sehingga dapat meningkatkan tarap hidup atau meningkatkan penghasilan.
  8. Perpustakaan Mobil Keliling merupakan tangan panjang dari Perpustakaan Daerah maupun Perpustakaan Umum. Perpustakaan Mobil keliling, Sepeda motor keliling dan sepeda keliling diperuntukan untuk melayani masyarakat yang tidak bisa datang ke perpustakaan atau jauh dari dimana perpustakaan berada. Adapun kolesinya semua jenis ilmu pengetahuan dan fiksi dan diutamakan koleksi yang sesuai kebutuhan masyarakat desa tersebut.
  9. Perpustakaan Rumah Ibadah yang berada di Rumah Ibadah. Melayani masyarakat rumah ibadah baik Islam, Hindu, Kristen, Bhuda dan lain-lain, adapun koleksinya disesuaikan dengan masyarakat pengguna. Koleksinya diutamakan untuk ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan meningkatkan pengetahuan.
D.    Faktor penyebab rendahnya minat baca dan strategi untuk meningkatkan daya tarik masyarakat pada perpustakaan
Kondisi demikian juga tidak disebabkan oleh faktor perpustakaannya saja karena ada faktor lain yang turut mempengaruhi aktifitas kinerja perpustakaan yaitu minat baca masyarakat sebagai pemustakanya. Kurangnya minat baca masyarakat turut mempengaruhi tinggi rendahnya aktifitas layanan perpustakaan.
Ketika minat baca sudah tinggi, sebuah perpustakaan akan lebih berdaya guna apabila dibarengi dengan tindakan promosi ke masyarakat
1. Pemasyarakatan Gerakan Peningkatan Minat Baca
Gerakan peningkatan minat baca merupakan unsur penting yang perlu mendapat perhatian serius di semua kalangan. Minat baca tidak bisa muncul tiba-tiba tapi harus dipupuk sejak dini dan perlu upaya-upaya yang maksimal untuk mewujudkannya.
Seperti yang dilansir oleh Taufik Ismail, Bahwa Negara kita adalah bangsa dengan minat baca yang rendah di antara bangsa-bangsa di dunia. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses peningkatan minat baca karena bangsa kita bangsa yang lebih familiar dengan budaya tutur.
Beberapa cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan minat baca masyarakat ialah:
a. Sosialisasi bacaan ke keluaraga
Peningkatan minat baca bisa dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Dari keluarga inilah diharapkan orangtua mulai menanamkan kecintaan anak-anaknya untuk mencintai bacaan, misalnya dilakukan dengan membacakan buku cerita pada anak-anak menjelang tidur. Apabila dilakukan secara kontinyu, kegiatan ini lambat laun akan menggugah anak untuk membaca sendiri. Peran perpustakaan di sini bisa dilakukan dengan jalan mengadakan lomba mendongeng orang tua kepada anaknya.
Ketika kebiasaan membaca sudah tertanam di setiap keluarga maka kebutuhan akan bahan bacaan akan meningkat dan diharapkan mereka akhirnya akan mencari tempat sumber koleksi bacaan. Dari sinilah perpustakaan diharapkan untuk menangkap kegelisahan masyarakat yang haus akan bacaan.
b. Mengundang anak TK/PAUD Kunjungan ke Perpustakaan
Kegiatan ini bisa berupa; mewarnai, membaca, dan bisa juga melihat film yang diputar di perpustakaan. Aktivitas ini secara tidak langsung bisa memberikan pengalaman kepada anak-anak mengenai aktivitas perpustakaan. Anak-anak secara tidak langsung akan mengamati perilaku pengunjung dan petugas perpustakaan ketika mereka berada di ruang perpustakaan. Dari sini diharapkan mereka tidak canggung lagi ketika harus berkunjung sendiri ke perpustakaan kelak.
c. Mengadakan lomba membaca naskah sastra
Lomba membaca naskah sastra merupakan salah satu kegiatan yang dapat merangsang minat baca. Ini disebabkan karena masing-masing individu mempunyai selera yang berbeda. Mereka akan memilih dan memilah jenis bacaan yang sesuai dengan perasaannya.
Dari beberapa poin di atas diharapkan nantinya bisa tercipta kebiasaan membaca di masyarakat sehingga tercipta suatu kondisi masyarakat pembelajar sepanjang hayat ( long life education ).
2. Promosi Perpustakaan
Promosi perpustakaan adalah kegiatan pengenalan sosialisasi mengenai seluk beluk dunia perpustakaan. Tujuan dari promosi perpustakaan ini adalah:
  • Untuk menginformasikan kepada pemakai layanan dan program kegiatan yang ada di perpustakaan;
  • Untuk menbangkitkan minat dan keinginan pemakai terhadap perpustakaan dan layanannya;
  • Untuk memelihara kesadaran pemakai terhadap layanan perpustakaan;
  • Untuk meningkatkan penggunaan perpustakaan.
Jika melihat dari tujuan promosi perpustakaan tersebut maka diperlukan cara-cara yang jitu sebagaimana cara-cara promosi di dunia usaha supaya promosi perpustakaan bisa tepat sasaran dan menghasilkan hasil yang optimal.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar